Mata Air Kehidupan

Beranda » Opini » Nama “Sumbawa” dan UTS di Kancah Pergaulan Internasional

Nama “Sumbawa” dan UTS di Kancah Pergaulan Internasional

Logo UTS SumbawaNama “Sumbawa” dan UTS di Kancah Pergaulan Internasional*

Kini, nama Sumbawa tidak terlalu asing bagi masyarakat Indonesia. Selain karena beberapa putra Sumbawa menjadi pejabat tinggi negara atau ormas besar Islam, nama Sumbawa juga semakin harum dengan prestasi gemilang dari generasi mudanya yang kreatif dan inovatif dengan terobosan yang membangun. Berbagai kiprahnya mulai terlihat, baik dalam bentuk kebijakan, hukum atau pun berupa proyek-proyek “kemanusian” dan “Peradaban”. Proyek kemanusian dan peradaban itu terkelola dalam sistem yang terstruktur, baik melalui organisasi kemasyaraatam/keummatan, partai politik atau pun lembaga-lembaga kesenian dan pendidikan. Sebut saja pimpinan ormas Islam pertama, Muhammaidyah dengan Prof. Dr. H.M. Din Syamudin, MA. Politikus yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Singa Podium’ H. Fahri Hamzah, S.E., Penyair dan Sastrawan Religius Dinullah Rayes, dan Dr. Zulkieflimasyah, Ph.D., dan tokoh-tokoh yang tak mungkin disebut namanya secara keseluruhan. Tokoh-tokoh tersebut telah berperan sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Terlepas dari peran dan prestasi dari tokoh-tokoh itu, tulisan ini mencoba mengulas dan menelaah “citra” Sumbawa dengan menjadikan UTS sebagai media dalam ajang pengenalan daerah dan kebudayaan Sumbawa.

Tidak bisa dipungkiri jika kehadiran Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang didirikan oleh Dr. Zulkieflimasyah, Ph.D., telah memberi “aura” tersendiri bagi Sumbawa khususnya dan NTB secara umum. Sumbawa sebagai bagian dari provensi Nusa Tenggara Barat yang sebelumnya hanya ada di dalam peta, kini mulai diserchings dengan media internet. Tentu saja orang akan melakukan pencarian karena kebutuhan dan kepentingan terhadap Sumbawa, baik melalui investasi/bisnis atau pun membangun relasi jangka panjang. Dan kampus UTS menjadi daya “pemikat” bagi sebagian orang, secara khusus mahasiswa baru untuk mengunjungi Sumbawa.

Sebagaimana diketahui UTS mulai diresmikian sejak dikeluarkanya izin dari Dirjen DIKTI tanggal 14 Maret 2013, melalui Surat Keputusan No. 65/E/O/2013, yang secara resmi diserahkan oleh Dirjen DIKTI, Prof. Djoko Santoso kepada Ketua Yayasan DEA MAS, Mujiburrahman, S.T., tanggal 18 Maret 2013. UTS telah melakukan kiprah dan perannya sebagai kampus yang mencetak pemimpin masa depan sebagaimana termaktub dalam slogannya Groming the Future Leader. Berbagai kegiatan akademik dan riset menjadi tradisi yang terus digalakan oleh dosen dan citivitas akademika UTS dengan membuat berbagai model program untuk menunjang pengembangan wawasan. Selain diselenggarakan seminar nasional, UTS dalam usia setahun menginisiasi perkuliahan dalam skala nasional dan internasional, seperti seminar interdisipliner dengan menghadirkan guru-guru besar dari universitas ternama, seperti guru besar Public Policy Kennedy School of Goverment, Harvard University, USA yakni Prof. Tareeq Masoud, Prof. Koji guru besar Bioteknologi juga Kepala Pusat Inovasi dan Patern di Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang. Di samping juga ketua lembaga tinggi negara, seperti Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. Agung Sampurno dan Menteri PDT, Dr. Helmy Faisal Zaini dan tokoh-tokoh lainnya.

Setahun pasca pendidiriannya, UTS telah mampu membawa mahasiswanya pada perlombaan sains pada tingkat internasional dengan meraih tiga perhagaan sekaligus. Pedali perunggu (bronze medal) diraih pada kompetesi IGEM (International Genetically Engineered Machine). Selain itu, berkat dari hasil kajian project Econey, diraih pula penghargaan yang prestisius berupa Best Policy and Practices Shout Out dan IGEM Chairman’s Award. Prestasi-prestasi tersebut bukan saja mengharumkan nama UTS sebagai inisiator tempat mahasiswa berada, tetapi juga nama “Sumbawa” sebagai wadah tempat berdirinya UTS menjadi point tersendiri. Dari ajang kompetesi tersebut, media online, cetak, dan televisi dari seluruh dunia membuka diri untuk mengakses dan mencari tahu ‘ikhwal’ tentang Sumbawa.

Dalam memperkenalkan Sumbawa dan kebudayaannya, tiga gabungan universitas, yakni UTS, UNSA, & IISSBUD pun menghadirkan Duta Besar Singapura Anil Kumar Nayar dalam acara public lecture dengan tema “Asean Economic Community” bertempat di Auditorium Sribonyo UNSA (Radar Sumbawa, 20/11/2014). Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah sempat menyampaikan ikhwal Sumbawa dan potensi-potensi yang ada di dalamnya dalam berbagai bidang, khusunya bidang pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Di samping, menyampaikan potensi tentang Sumbawa, pemerintah juga membuka ruang agar terbangunnya kerjasama yang saling menguntungkan dalam bidang investasi maupun bidang pendidikan dan kebudayaan di kemudian hari. Dan sepertinya, harapan-harapan untuk memperkenalakan Sumbawa terus dilakukan oleh UTS dengan mengirimkan delegasi mahasiswanya dalam ajang ASEAN University Youth Summit (AUYS) pada tanggal 26-29 Januari 2015 yang diikuti oleh 6 negara ASEAN, seperti: Malaysia, Thailand, Indonesia, Kamboja, Filipina dan Brunai Darussalam.

Ajang ASEAN University Youth Summit (AUYS) yang diselenggarakan di Universtas Utara Malaysia (UUM) Sintok, Kedah, Malaysia tersebut menjadi berita hangat yang terus dimuat oleh media cerak beberapa hari kemarin, seperti koran Suara NTB, Gaung NTB, dan Radar Sumbawa dan beberapa media lainnya. Tentu saja peran media menjadi penting untuk mensyiarkan ajang pertemuan tersebut karena mengangkat nama universitas daerah “Sumbawa” khususnya dan NTB pada umumnya.

Menjadi kebanggaan tersendiri juga tanggung jawab yang harus diemban oleh UTS dan IISSBUD serta pemerintah kabupaten Sumbawa, karena akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan AUYS di tahun 2016 mendatang. Sebagai tuan rumah, tentu saja kewajiban untuk memberikan yang terbaik, baik yang berkaitan dengan fasilitas, atau tampilan kebudayaan yang akan menjadi “daya jual” Sumbawa dimata mahasiswa asing dari perwakilan negara-negara ASEAN.

Sebagaimana diberitakan Radar Sumbawa, Gaung, Suara NTB (28/01/2015) bahwa UTS adalah salah satu kampus dari lima kampus yang mendapat “kesempatan” tampil dipanggung utama. Suguhan kesenian yang ditampilkan mahasiswa Fakultas Ekonomis dan Bisnis UTS dengan membawa tarian ‘Samawa Tana Bulaeng’ mendapat aplus dan sambutan hangat dari pejabat teras Kedah Malaysia Utara dan ratusan peserta AUYS dari berbagai Negara ASEAN. Tarian tersebut menjadi sajian penutup ASEAN University Youth Summit di Hotel EDC UUM, Sintok, Kedah, Malaysia.

Ajang ‘pameran’ kebudayaan, khususnya tarian ‘Samawa Tana Bulaeng’ menjadi ingatan akan nama “Sumbawa” di kancah pergaulan internasional. Tarian itu merupakan jelmaan dari jiwa keramah tamahan tau samawa dalam menyambut pendatang baru dari suku bangsa mana pun dan berakulturasi dengan masyarakat. Hal itu sejalan dengan solidaritas dari semangat yang terdapat dalam slogan sabong samalewa dan terlukiskan dalam bahasa keseharian tau samawa saling tulung, saling tulang dan saling totang. Dengan demikian, maka tugas dari tuan rumah adalah agar terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dan mensosialisasikan, khususnya dengan pemerintah daerah dan terus menggalakan berbagai kegiatan kompetesi dan kegiatan kesenian guna menumbuh kembangkan nilai kesenian daerah dan memicu kesadaran akan rasa cinta terhadap budaya daerah, di samping agar tradisi persahabatan, persaingan, dan kerjasama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam skala global [30/01/2015].

*Lukmanul Hakim, Pendidik di UTS & SMK Al Kahfi Boarding School Sumbawa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: