Pejabat Blusukan

Aku mulai gerah marah-merah
Melihat pemimpin yang terus mengeluh pasrah
Mengaku ramah dan tamah
Tapi, tak bernyali melawan sapi perah

Ada pemimpin rajin beribadah, taat beragama
Prestasinya banyak dan piagam perhargaan merapat
Namun, pemimpin itu diam dalam senyap
Sepi dalam berkerja
Tak terekspos dan tidak maun diekspos
Banyak pemimpin seperti itu.

Aku mulai gerah
Jika pemimpin hanya blusukan
Bermodal pencitraan, juga picikan.
Bernafsu kekuasaan meninggalkan janji yang tidak tepatan.
Janji mereka banyak sekali
Satu ditepati 30 diingkari
Hanya modal pencitraan, semua bisa jadi jawaban
Katanya kerja nyata
Tapi bukti tidak berfakta
Katanya bekerja dengan tindakan
Tapi sayang, semua hanya buatan pencitraan.

Aku mulai gerah
Gerah pada kebisingan
Kepalsuan dan ketaburan
Jauh dari kejujuran penuh pencitraan.
Sayang sekali, pemimpin yang lupa pada diri sendiri.

Di pojok sana, telah muncol sosok pemimpin
Bekerja dalam sepi
Cerdas dan cermat membuat strategi
Karya-karyanya berinovasi
Jauh dari politisi dan nepotisi
Tidak mencari kesalahan, apa lagi memaki
Ia hambar dari berita tapi ia sangat berarti
Pemimpin seperti ini yang dirindukan kaki gumi.

Berpikirlah kembali memilih pemimpin
Bukan pencitraan apa lagi karbitan
Pemimpin harus tumbuh dari kerikil batu kecil
Menjadi besar karena getiran
Menjadi terkenal sebagai hasil buah tangan
Berkat keuletan atas kepercayaan.
Seperti Bandung kota idaman
Sekarang terlihat nyata perubahan
Di bawah pemimpin muda serba impian
Yang jauh sekali dari blusukan juga pencitraan.

Kartasura, 30/05/2014; 20: 40 AM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s