Mata Air Kehidupan

Beranda » 2014 » Mei

Monthly Archives: Mei 2014

Pejabat Blusukan

Aku mulai gerah marah-merah
Melihat pemimpin yang terus mengeluh pasrah
Mengaku ramah dan tamah
Tapi, tak bernyali melawan sapi perah

Ada pemimpin rajin beribadah, taat beragama
Prestasinya banyak dan piagam perhargaan merapat
Namun, pemimpin itu diam dalam senyap
Sepi dalam berkerja
Tak terekspos dan tidak maun diekspos
Banyak pemimpin seperti itu.

Aku mulai gerah
Jika pemimpin hanya blusukan
Bermodal pencitraan, juga picikan.
Bernafsu kekuasaan meninggalkan janji yang tidak tepatan.
Janji mereka banyak sekali
Satu ditepati 30 diingkari
Hanya modal pencitraan, semua bisa jadi jawaban
Katanya kerja nyata
Tapi bukti tidak berfakta
Katanya bekerja dengan tindakan
Tapi sayang, semua hanya buatan pencitraan.

Aku mulai gerah
Gerah pada kebisingan
Kepalsuan dan ketaburan
Jauh dari kejujuran penuh pencitraan.
Sayang sekali, pemimpin yang lupa pada diri sendiri.

Di pojok sana, telah muncol sosok pemimpin
Bekerja dalam sepi
Cerdas dan cermat membuat strategi
Karya-karyanya berinovasi
Jauh dari politisi dan nepotisi
Tidak mencari kesalahan, apa lagi memaki
Ia hambar dari berita tapi ia sangat berarti
Pemimpin seperti ini yang dirindukan kaki gumi.

Berpikirlah kembali memilih pemimpin
Bukan pencitraan apa lagi karbitan
Pemimpin harus tumbuh dari kerikil batu kecil
Menjadi besar karena getiran
Menjadi terkenal sebagai hasil buah tangan
Berkat keuletan atas kepercayaan.
Seperti Bandung kota idaman
Sekarang terlihat nyata perubahan
Di bawah pemimpin muda serba impian
Yang jauh sekali dari blusukan juga pencitraan.

Kartasura, 30/05/2014; 20: 40 AM

Bertemu Malam

Malam tak pernah marah
Malam tak pernah merah
Malam tak pernah serakah
Malam tak pernah merekah
Malam tak pernah berkah
Malam tak pernah berkerah
Malam tak pernah selingkuh
Dan malam tak pernah maling

Malam yang misterius
Jika malam tak pernah marah
Mungkinkah malam selalu bersabar?
Jika malam tak pernah merah
Bukankah malam selalu hitam?
Jika malam tak pernah serakah,
maka siang akan banyak orang bersodakah.
Jika malam tak pernah merekah
Mungkinkah banyak orang di waktu siang selalu gerah?
Jika malam tak pernah berkah
Ribuan orang dermawan membangun tempat beras pasar*
Jika malam tak berkerah
Ribuan orang di waktu siang bertabir Bir harum anggur gelamor
Jika malam tak pernah selingkuh
Ribuan orang di waktu bersuara takbir menghambur
Jika malam tak pernah gemuruh
Dan jika malam tak pernah maling
Pertanda siang banyak orang selalu berpikir tentang Siskamling.

Malam yang misterius
Jika malam bertemu sepi,
maka malam sedang berisi
Jika malam bertemu bintang
maka, malam menjadi barang,
banyak berebutan bagi mereka yang berpacaran.
Jika malam bertemu bulan
Banyak orang menyebut malam bulan
Jika malam bertemu angin, malam pun terasa dingin.
Jika malam bertemu insan
Maka, iblis menyusun rancangan
Memastikan syetan dan jin mulai bertentayangan.

Malam yang misterius
Kita ingin malam berbuah pahala
Sebelum tidur mulai berdoa
Menyebut nama tuhan pencipta
Memohon ampunan setiap dosa.

Malam yang misterius
Habis malam disambut pagi
Berbuah rambu karena terjamu
Jika malam bersama tahajjud sahdu
Insyaallah pagi penuh merdu.

Malam yang misterius
Hadir bersama syahdu dan dadu
Bersama kebaikan dan keburukan
Bersama pahala dan dosa
Bersama segala yang bermula.

Kartasura, 30/05/2014; 02:30 PM

Keluargaku

Banyak cerita tentang keluargaku
Selalu hadir kecerian di saat kedukaan
Hadir jua napas kebahagiaan bersama persoalan

Jika hidup adalah persoalan
maka persoalan itulah satu jawaban.
seperti tafsiran firman Tuhan
Setelah kesulitan datang kemudahan

Jika Persoalan tak pernah lepas
maka, seorang hamba tidak boleh pasrah
seperti nasehat Bapak saat berebah*.
Semua mengalir begitu saja
seperti aku membuat kata menjadi bahasa sajak
tak ada yang sulit,
apa lagi rumit.
Tidak ada.
Karena Tuhan hadir saat kita ada dan tiada.
Banyak cerita tentang keluargaku
Jika magrib telah tiba

Semua bergegas meninggalkan timba*
sholat bersama satu keluaga
Indah rasanya, harmoni ceritanya.

Banyak cerita tentang keluargaku
Suatu ketika bersama keluarga
bersayut asma’ membaca Quran.
membacanya silih bergantian
bak melerai setiap pertikaian-persoalan
hingga kini kami bermesraan.

Banyak cerita tentang keluargaku
Aku yang kini berkaki di kampung orang
Menjelajahi diri menjadi ilmuan
entah tercapai atau hanya impian
berharap semua menjadi kenyataan.

Ini doaku
Dulu dan kini menjadi mimpi
Terasa kini bukanlah mimpi
karena Tuhan selalu menyertai
bersama hamba-Nya yang sejoli.

Banyak cerita tentang keluargaku
Kalau embun telah menipis
Semua bergegas melangkah mengais
Kerja keras cari beras
memeras keringat sangat deras.

Banyak cerita tentang keluargaku
Hari-hari tak pernah usai dengan riang
Berhias tenda senyum sedih tertawa ringan
Dan sekali waktu menghela napas mengangkat arang
Melihat tetangga bekerja keras kadang garang
Melawan rasa mengejar berang
Tidak terasa mereka bersangkar riang

Banyak cerita tentang keluargaku
Suatu ketika hendak berjalan
Terdampar batu melihat tabrakan
Suara keras seperti halilintar
Terboyong pongah tetangga malang
Sedih rupa jadi mingar

Banyak cerita tentang keluargaku
Sulit sekali meninggalkan mereka
Bersama asa harapan tertanam
Berbenih nasihat selalu terdengar
Berbuah kebaikan setiap mengejar

Banyak cerita tentang keluargaku
Untukmu keluargaku
Yang kini hidup luapan
Semua sanak bersimpuh satu harapan
Kumpul bersama menunggau jamuan
Sabar selalu untuk sedapan
Aku pulang sesuai harapan.

Banyak cerita tentang keluargaku
Salam cinta dari benih harapan
Aku yang tak terbuai harapan
Kembali pulang menjelang Ramadhan
Insyaallah kita berbuka kan bersamaan
Seperti dulu waktu bukaan.

Banyak cerita tentang keluargaku
Dulu, kini dan akan datang
Kau yang telah bedoa
Berbuah tangis airmata
Tertetes sujud sajadah cinta
Lepas sholat bertabur aura
Aku yang mencintaimu hingga sekarang.

Kartasura, 29/05/2014; 23:50 AM

Senang Rasanya

Senang rasanya
bisa tersenyum
murah sekali tak ada biaya
justru semakin kaya terasa
karena asa yang berdaya
seperti kisah cerita Cahaya, tak berbahaya.

Senang rasanya
punya cerita, masih bersama
punya balita, kisah mereka
bersama, berkeluarga.

Senang rasaya
tak ada dusta
apa lagi gurita menimpa.
Jujur, tidak ada
hanya rasa, seperti doa & cinta.

Senang rasanya
jika dia bersedia, tak bertanya
tentang usaha
tentang harta
tentang tahta
apalagi dunia sisa.

Senang rasanya
kau bertanya, jalan apa
bagaimana kita
di mana kita.
Maka, jawabanku akan ada pada kita berdua.

Senang rasanya
Kau mulai menyapa
Bertanya rasa
Seperti sediakala.

Kartasura, 27/05/2014; 21:57 AM

Sapaanmu

Tak pandaikah kau menyapa
Mungkin bahasa kata
atau mungkin cerita.

Dulu, kau bercerita
Tentang kita
Tentang dunia buta
penuh derita dan banyak muka.
Kau juga berbagi
cerita ummi dan abi.
ceritamu tentang kisah mereka
yang kini mereka berduka.

Aku tahu itu
karenanya aku diam.
Diam tidak berarti aku naik pitam
apa lagi ingin menghantam.
Tidak, aku berdoa
Untukmu berdua, berkeluarga.
Salam sapa
untukmu, sesekali menyapa.
Insyaallah itu tak kan hampa.

Kartasura, 27/05/2014

Senja Ada Tiada

Bukankah senja telah meninggalkanmu?
kini suara sepi bernostaligia
bercerita tentang cita-cita
mungkin saja Cinta
tentu cinta yang tak buta
cerita fakta.
Tidak juga derita.

Sapalah sepi dengan tepi
sapalah tapa dengan doa
sapalah muara dengan mutiara
kemudian, dalam diam buatlah aura rumah surga.

Bukankah senja telah meninggalkanmu?
Jika senja hanya sendiri
jika malam hanya sepi
kemanakah kau mencari?

Kita hanya satu
Kita terpacu
kita terpadu
kita tak mengadu
karena kita serdadu.

Kartasura, 20 Mei 2014: 01:10 AM

Kini Bersemi

Kini engkau mulai hidup bersemi indah
Bermahligai kesamaan cara pandang
Berdampingan sejajar
bukan uang
Koalisi bukan tuan
Bukan beruang

Bersemi laksi Indah di Bumi
seperti mimpi terkini
hidup kembali
Berkoalisi temali
tidak lali juga lari
Terikat hati berarti
menjadi bumi dan matahari

Indah permai
bermai gumi
seperti jati pada diri
indah sekali
Dan kini, begini.
bukan dini apalagi nanti

Koalisi kami
bukan demi
apalagi ingin menjadi

Koalisi kami semakin berarti
berdamai hati suka hati

seperti bintang gumintang
seperti matahari
seperti rembulan bersama bintang
seperti fajar bersama pagi
seperti Sukarno dan bung Hatta
seperti Prabowo dan Hatta
seperti Syahrir dan Nashir

Kini mereka bersemi
Telah berjanji untuk ngabdi
Berbakti pada bumi pertiwi

Selamat untuk Indonesia yang lebih sejahtera…

Kartasura, 19 Mei 2014

Cerita Berita

Sahabat, ini cerita kita
Kita telah bicara aksi
kita pun beraksi

Sahabat, ini cerita kita
Kita telah bersahabat dengan malam
malam pun kita nikmati
malam pun kita telah tiduri

Sahabat, ini cerita kita
hari-hari kita lalui bersama
bersama malam
siang bersama
petang bersama
hingga tidak ada kata pertama
selain sapa-tapa.

Sahabat, ini cerita kita
Kita berbicara tentang data
tentang fakta
tentang berita
tentang derita
tentang gurita
hingga kita bicara tentang keluarga dan mutiara.

Sahabat, ini cerita kita
jika malam telah lelap
mata tak pernah gelap
menyala nan sarat
seperti bumi dengan darat.

Sahabat, ini cerita kita
Kita adalah darat.
Daratan kecil dari serpihan gagasan
serpihan aksi
serprihan bunyi
beraksi dalam sepi
menjadi bunyi nan geli.
Itulah kita, sahabat.

Sahabat, ini cerita kita
Data
Fakta
Derita
Gurita
Belita
Data pada fakta
Derita pada gurita
menjadi belita untuk ditata.
Kita berkumpul untuk ditata.
seperti itulah kita, sahabat.

Era menjadi fakta
Era menjadi berita
Era menjadi mutiara
Mungkin saja akan menjadi keluarga.
Menjadi Rumah Bahagia.
Itulah kita, sahabatku.

Sahabat, ini cerita kita
Aku sndiri tidak pernah tahu seperti apa kita.
Aku juga tidak pernah mengerti mengapa kita tersapa
Aku juga tidak mau tahu urusan siapa.
Yang aku tahu adalah kita adalah sebuah pipa,
seperti jembata untuk sebuah satelit bernama saudara.
itu yang aku rasakan, sahabat.

Selamat bertugas sahabat
Berpkirlah tentang orang lain
insyaallah kita akan terjalin.

Selamat bertugas sahabat
Kira sedang belajar
Dan terus kan belajar
karena belajar akan menjauhkan kita dari sifat tidak ajar karena jauh dari bahan ajar.
Kita sendang menyusun bahan ajar keikhlasan
bahan ajar pengorbanan
bahan ajar ketekunan
bahan ajar kesabaharan
bahan ajar kerendah hatian
bahan ajar kebersamaan
bahan ajar kepempimpinan
bahan ajar musyawarah mufakat
bahan ajar ketataan
Dan kita sedang menanam bahan ajar Kesetian.

Sahabat, ini cerita kita
Inilah bahasa kita
Kita kan sejalan bertata
sekata untuk fakta.

Input data
belajar berfakta
karena kata tak berpeka, tak bermakna.
Hampa.

Aku persembahkan untuk kalian semua
yang tak pernah berkata
hanya jemari dan mata
semua tersisa menjadi mutiara.

Selamat berjuang!!!
Era Intermedia, 11/05/2014; 11:52 PM