Merajut Makna, mengupas Fenomena

Kehidupan tak pernah ada sepinya. Bersama dengan waktu, kehidupan menciptakan mozaik-mozaik yang membuat setiap orang harus menjalaninya. Kehidupan senantiasa memberi ruang pada setiap orang. siap tidak siap harus tetap diterima. Mungkin itulah yang disebut dengan takdir. Setiap yang ada pada diri kita adalah takdir yang harus kita terima.

Dalam diri manusia, tersimpan potensi yang tuhan telah titipkan. Potensi itu telah dijatahkan kepada kita untuk mengelola kehidupan sesuai dengan apa yang telah manusia sepakati ketika di dalam rahim seorang ibu, lauhil mahfuzd namanya. Karena potensi itulah, banyak orang ingin membongkarnya, melalkukan berbagai percobaan guna manusia tersadar akan potensi yang dimilikinya. Pada potensi itu ada satu titipan Allah kepada manusia. Ia bernama nilai atau prinsif hidup. Mungkin karena potensi dan prinsif itulah, Afifah Afra menulis buku  “… and The Strar is Me!” (cet. II 2012). Satu kumpulan kisah sekaligus prinsif, di samping tips yang harus kita jalani dalam kehidupan ini.

Afifah coba berbicara tentang kehidupan bintang dan seluruh perjuangannya untuk menang sehingga menjadi benda angkasa yang mandiri, memiliki cahaya sendiri, tanpa harus bergantung pada matahari sebagaimana bulan yang terus berharap pada cahayanya. Afra juga melukiskan kehidupan sederhana para bintang yang berbuah manfaat bagi umat manusia. Seiring dengan itu, ia membagi sikap hidup dalam proses menerima hidup dan melawan hidup. Melawan hidup yang saya maksud adalah melawan takdir yang tidak kita inginkan, tidak kita mimpikan, harapkan. Pada posisi ini, biasa kita sering mengeluh dan putus asa. Dan Afra menepis sikap seperti ini.

Terlepas dari bukunya Afra, saya ingin mengajak pembaca merajut makna pada setiap kehidupan kita. Merajut makna tidak berarti kita menulisnya menjadi catatan, atau mengoleksi kata-kata sehingga menjadi kumpulan buku-buku kecil. Tidak seperti itu. Merajut makna yang saya maksud adalah mengambil ibrah setiap kehidupan. Setiap pristiwa yang kita hadapi harus memberi arti bagi diri kita. Menggali maksud dibalik setiap pristiwa yang ada. Dengan merajut makna, akan tercipta sikap dalam menghadapi kehidupan ini. Sikap inilah menurut saya harus terilhami dalam kehidupan kita. Sikap seperti itulah yang dapat mengupas fenomena kehidupan yang kita jalani. Kita tidak hidup sendiri, karenanya memberi makna dalam menjadi satu hal penting untuk kita lakukan. [14/02/2014]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s