Telaga Lestari Kehidupan

Beranda » Opini » Masihkah Pemimpi Negeri ini?

Masihkah Pemimpi Negeri ini?

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.716 pengikut lainnya

Statistik Blog

  • 11,221 hits
Masihkah Pemimpi Negeri ini?
Pagi yang berkah. Berkah setelah menunaikan kewajiban sebagai muslim. Mencoba menjadi muslim yang baik. Walaupun tidak ada sebenarnya kriteria yang baik untuk menjadi seorang muslim. Ya, setidaknya tanggung jawab kepada Tuhan tertunaikan. Mencoba menghayati, merasakan dan menikmati setiap aktivitas. Berharap Tuhan menerima-Nya. Masihkan pemimpin negeri ini adalah judul yang menarik setelah mendengar taujih subuh di masjid Abu Bakar Gonilan. Sang penceramah mengutip salah satu ayat Al Quran dari surah Al Imran mengenai perang Uhud. Salah satu dari ayat yang disebutkan adalan pristiwa kekalahan kaum muslimin dalam perang Uhud, yang disebabkan oleh beberapa kalangan kaum muslimin dan orang munafik yang tidak patuh terhadap apa yang diperintahkan Rasul selaku pemimpin, di samping hal tersebut beberapa dari mereka sangat egois dan angkuh, merasa lebih hebat. Padahal sebelum perang terjadi, Rasulullah mengingatkan agar kaum muslimin tidak keluar dari Madinah. Tapi begitulah, hingga Rasul pun ikut keluar. Rasul mengikuti kehendak kaum muslimin. Sampai disini dulu, lalu apa kaitannya dengan judul dalam tulisan ini. Masihkah pemimpin negeri ini?
Jika mencermati kisah di atas, memang taat kepada pemimpin menjadi keharusan dalam perjuangan. Tapi sayang para petinggi di negeri ini, tidak ada integritas dan moralnya, terlibat berbagai kasus yang mereka sendiri menfatwakan agar menjauhinya. Sayang beribu sayang ketika rakyat dibodohi dan dinina bobkkan dengan permainan licik. Pantaskah mereka menjadi kepercayaan rakyat ketika mereka melakukan kejahatan besar “korupsi” pada saat yang sama rakyat sedang kelaparan, mereka bermewah-mewahan, dimana rakyat jelata meminta-minta, pantaskah mereka memimpin negeri ini.
Tidak semua rakyat tahu tentang kebejatan moral petinggi bangsa ini. Janganlah disebut pemimpin, karena kata itu tidak cocok untuk mereka. Rakyat juga tidak mau tahu dengan kejatahatan mereka, karena kasus itu tidak berdampak pada kehidupan mereka. Sepertinya mereka “mulai” merasakan siapa pun yang menjadi petinggi negeri ini, kehidupan mereka tak akan pernah berubah. Kebijakan-kebijakan petinggi negeri ini diarahkan untuk menguatkan proyek yang mereka kelola. Jika tidak ada kepercayaan rakyat, lalu pantaskah petinggi negeri ini dipuji-puja. Rakyat lebih percaya dengan kata-kata William Shakespeare, dan kata-kata itu telah merasuki pikiran-pikiran mereka. Shakespeare mengatakan “Kecurigaan selalu menghantui pikiran yang bersalah”.
Jika rakyat melakukan demonstrasi, demontrasi adalah pikiran-pikiran salah dari petinggi negeri ini. Dan jika rakyat membakar, merusak kantor-kantor pemerintahan, kesalahan itu datang dari petinggi negeri ini. Jika 309 pemimpin negeri ini korupsi! http://www.bisnis.com/buntut-kasus-akil-mochtar-luar-biasa-309-kepala-daerah-terjerat-korupsi. Bagi rakyat, tidak ada pemimpin negeri ini. Benarkah?
Sebagai akhir tulisan ini, saya teringat kata Shakespeare, beliau mengatakan “Jika anda menusuk kami, tidakkan kita berdarah? Jika anda menggelitik kami, tidakkan kami tertawa? Jika anda meracuni kami, tidakkah kami mati? Dan jika kau bersalah pada kami, haruskah kami tak membalasnya? Dunia ini ditakdirkan Tuhan menjadi hukum kausal, sebab-akibat. Sebuah keniscayaan bagi yang hidup. Berharap Tuhan mengampuni pemimpin negeri ini (09/10/2013.52 AM)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: