Mata Air Kehidupan

Beranda » Catatan Harian » Tidak Ada yang Lepas Bingkai-Nya

Tidak Ada yang Lepas Bingkai-Nya

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.715 pengikut lainnya

Statistik Blog

  • 10,282 hits

Falsafah kehidupan

Butuh TuhanHidup ini memang sebuah perputaran waktu, juga pergantian personal. Review sejarah manusia. Selalu ada saja sisi dari masa lalu. Mungkin karena itu, tidak ada yang tidak berkesinambungan. Selalu ada episide, bak perfilman saja. Tapi begitulah faktanya. Pada perputaran waktu ada banyak review dari detik-detik pristiwa terjadi, entah itu positif atau negatif kejadian itu. kalau waktu-waktu ini kita ikagetkan dengan pristiwa yang melanda ketua Mahkamah Konstitusi, yakni pristiwa tertangkap basah dengan ditemukannya benda berupa ekstasi dan sejenisnya serta nepotisme, ini telah terjadi pada tahun-tahun seblumnya. Dan bagi saya bukanlah hal yang aneh, sebatas kita menjadi manusia biasa (normal), kemaksiatan itu sebuah kepastian dari sisi kehidupan kita. dalam hal ini, bukan berati saya mendungkung kegiatan “kejahatan yang dilakukan”, tetapi lebih pada “kesadaran” bersama tentang tata nilai. Dan selama kita hidup bermasyarakat, akan masih banyak peluang manusia untuk berbuat “jahat”, karena dengan kejahatan itu maka Tuhan menyediakan hari pembalasan. Tentu saja, jika ada “hari pembalasa” akan ada untung dan rugi, ada upah minimum-maksimum, ada surga dan neraka.

Hari, bulan dan tahun adalah waktu. Karena waktu, kita pun semakin tahu sepeti apa diri kita. pada pergantian waktu jua, manusia menjadi terpilih. Setiap pilihan menjadi kepastian dari jalan hidup yang dilalui. Pilihan hidup menjadi harga mati bagi seseorang. Di dalamnya tersimpan prinsif-prinsif diri. Hampir semua agama menyebut masalah waktu. Misalnya saja Al Quran, menyebut waktu dengan berbagai macam dimensi, seperti “Demi waktu (Q.S. Al Ashr), “Demi malam (Q.S. AL Lail), “Demi waktu matahari sepenggalahan naik (Q.S. Ad Dukha), dan banyak lagi surat-surat yang menjelaskan tentang waktu. Seperti Tuhan tahu bahwa manusia adalah makhluk yang sering lupa dengan waktu. Jika Tuhan bersumpah dengan sesuatu, itu pertanda sesuatu itu sangat penting untuk diperhatikan karena menyangkut diri manusia itu sendiri dan seluruh komponen yang berkaitan dengan kehidupannya.

Tidak ada yang lepas dari bingkai kekuasaan-Nya. Mencoba menjadi sabahat yang baik dan totalitas untuk-Nya adalah pilihan yang paling tepat. Karenanya, hanya manusia yang tahu dirilah yang dapat menyadari akan keberadaannya, tahu bagaimana dia hidup dan cara menjalani kehidupannya. Kita butuh Tuhan dalam hidup ini, karenanya jangan pernah kita sia-siakan dengan “kejahatan” yang kita ciptakan. (lha, 09/10/2013.01:55 AM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: