Mata Air Kehidupan

Beranda » Dakwah » Harga Sebuah Tradisi

Harga Sebuah Tradisi

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.715 pengikut lainnya

Statistik Blog

  • 10,282 hits

Bahkan, Engkau seperti Mentari & Bulan

Misi CintaBeberapa waktu lalu, ada sesuatu yang mungkin aneh bagi beberapa orang. Aneh karena mungkin tidak sesuai dengan kebanyakan orang, aneh karena satu dari sekian ribu orang melakukannya. Ya, aneh karena mungkin mereka menggangap itu sebuah keterpuraan atau mungkin baru mereka lihat. Aneh itu ketika perselisihan pendapat dan adu opini  menerpa mereka. Sikap itu benar dipertahankan – tidak mengganggu stamina dan semangat mereka untuk bersama, tersenyum bareng; melakukan aktivitas dengan penuh suka cinta. Lebih aneh lagi mungkin, bagi mereka ketika mereka melihat antar lawan jenis tetap saling menjaga diri dan penuh kehormatan, tidak mengobral pandangan apa lagi sekedar jabat tangan. Jika hal-hal yang kecil saja mereka berusaha menghindari dan menjaganya, bagaimana dengan hal yang lebih besar. Nah, inilah yang saya sebut sebagai harga sebuah tradisi, sangat mahal, karena dia tumbuh dari kebiasaan yang terus dilestarikan. Dalam hal ini tentu tradisi dan budaya yang baik dan terus terpelihara.

Bagi orang yang tidak berada di dalam tradisi tersebut, akan timbul banyak pertanyaan dan mungkin juga bantahan atas sikap dan tatacara yang dilakukan orang-orang yang terus menjaga tradisi itu. Kita juga mungkin sempat melihat beberapa minggu kemarin melalui media online ‘harga sebuah tradisi’. Pada kondisi krisis saja, dua orang pemuda Mesir yang mengangkat seorang gadis dengan menggunakan kayu, dimana wanita itu diminta untuk berada di tengah kayu dan memegangnya atau dipopongnya. Tentu saja mereka tidak akan bersentuhan, karena jarak cukup jauh. Dalam kondisi seperti itu, bisa saja ada alasan dengan menggunakan kondisi darurat. Tapi begitulah pemuda-pemuda itu menjaga muruah, kehormatan diri mereka atau menjaga kehormatan wanita itu. Sebuah tradisi dan prinsip yang tertanam dalam dada mereka.

Untuk saudara-saudariku yang terus menjaga tradisi muruah itu, berbahagialah dengan jutaan bintang-bintang kebaikan. Padamulah mereka bercermin, dan waktunya mereka akan menganggapmu seperti bulan dan mentarimu. Lalu, siapakah yang penulis maksud disini. Siapa saja yang menjaga pribadinya dan menjaga orang-orang yang bukan dari hak mereka. #lha abdullah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: