Air Seni, Misteri Kehidupan

Nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kamu dustakan (QS. Ar Rahman)

Alhamdulillah setelah mendapat materi tentang bahasa dan fungsinya serta efek yang ditimbulkan, membuat saya bertanya tentang frase “air seni”. Frase itu muncul ketika salah seorang dosen memberikan beberapa contoh tentang frase yang telah menjadi kesepakatan bersama (konvensional) masyarakat bahasa, nama untuk sautu benda atau aktivitas kegiatan yang kemudian kata atau frase kita tuturkan. Saya ingin menafsirkan frase “air seni” tersebut dan bagaimana kaitannya dengan kehidupan.

Air seni, mungkin frase itu yang sering kita dengar, atau mungkin saja kita akan bertanya kenapa disebut dengan air seni. Kenapa tidak air indah, air suci, air cantik, air langit dan sejenisnya. Kenapa? Pertanyaan tersebut yang mengantarkan saya pada satu sisi keilmuan tentang philosofi sebuah nama. Jika William Shakespeare, Sastrawan Legendaris Asal Inggris pernah mengatakan “apalah arti sebuah nama”, tentu saya tidak sepakat dengan pernyataan itu. Karena bagi saya, nama adalah sebuah pilihan yang mengharuskan setiap orang untuk menghargainya. Selain dengan nama, kita dengan cepat mengenal suku bangsa seseorang.

Segala sesuatu yang telah ada di dunia ini telah menjadi satu kepastian bahwa sesuatu itu mempunyai nama. Entah nama itu mempunyai arti atau hanya tempelan saja. Jika mencermati lebih dalam, maka frase “air seni” akan kita temukan fakta-fakta yang mendukung kesesuain nama dengan maksud yang yang ditumbulkan. Misalnya saja saat kita kencing (buang air kecil) ada satu kenikmatan yang kita rasakan. Rasa itulah yang membuat kita ikhlas mengeluarkan, bahkan ketika kita telah bersabar menahannya, kita akan menumpahkan dengan penuh percaya diri. Karena kenikmatan itulah, maka kita menjadi tenang. Apa jadinya ketika kita tidak tenang dalam mengeluarkannya, mungkin akan ada keterpaksaan dan penuh penderitaan bahkan kesakitan penuh.

Ya, begitulah sekilas dari frase “air seni” sebagai misteri kehidupan. Akan apa jadinya ketika kita tidak merasakan kenikmatan, misalnya saja “air seni” itu tersumbat, mungkin operasi dan rumah sakit tempat yang paling sering menjadi sebutan. Selalu ada arti dibalik nama. Karena pada hakekatnya, nama telah mewakili maksud dari nama itu sendiri. Begitu Cerdas-Nya tuhan meng-ilhami manusia sebuah nama (Lha, 09/10/2013)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s