Telaga Lestari Kehidupan

Beranda » Catatan Harian » Pertemuan Itu

Pertemuan Itu

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.716 pengikut lainnya

Statistik Blog

  • 11,221 hits

Bermula dari rasa, rasa ingin tahu, mendengar suaranya, dan tentu rasa ingin melihat. Rasa itulah yang terus beberapa pekan menyelimuti pikiran dan perasaan. Yah, mungkin sebut perasaan kagum, kagum dengan kiprah yang telah dilakukan, kagum pada ide dan gagasan yang kadang menjadi bahan diskusi. Yah, rasa kagum itu sedikit demi sedikit kutitip bersama doa dalam munajat malamku, dengan ikhlas ku selip bersama Ad Dukhan yang terus ku lafazkan pada malam sebelum mataku terlelap.

Pertemuan kadang menjadi aura pada sepi, menjadi semangat kala lemah, dan menjadi penerang saat gelap menghampiri. Pertemuan memang menjadi tradisi kehidupan, tradisi yang menghadirkan rasa dan jiwa, melebur pada kaki kehidupan, dan kehidupan adalah orientasi dari segala hal, termasuk pertemua itu.

Mimpi untuk bertemu secara sadar menjadi sahabatku dikediaman, menemani hati kala senja pergi, tentu juga mengantarkanku pada mihrab peraduan, tidur lelapku. Suatu waktu, dalam jadwal Tuhan, mimpi itu pasti hadir. Hadir pada ruang dimana kekuataan: kesabaran, kesetian, kejujuran, dan kepercayaan membingkai setiap pribadi. Tentu, yang kuinginkan adalah menjadi kekuatan dalam pribadiku. Waktu dan kehidupan adalah dua sisi yang saling mengisi. Ibarat laut dengan gelombang-gelombang dahsyatnya. Pada deretan waktu itu, Tuhan menghadirkan ‘cita-cita’. Cita-cita akan pertemuan itu.

Tak lama setelah mimpi itu mengalir dan terus mencari sisi akan pertemuan itu, Tuhan pun dengan sumpah-Nya berkenan membuka aura Cantiknya kehidupan datang pada tidurku. Dalam mimpi itu, sosoknya menjadi lu’lu wal marjan, permata dan mutiara kehidupan. Memang Tuhan memiliki cara tersendiri dalam mengabulkan munajat hamba-hamba-Nya.

Mungkin telah menjadi kudrat alam bahwa perputaran waktu adalah satu diantara ciri-ciri kehidupan. Pada akhirnya pertemuan itu datang, datang pada saat yang tidak terencanakan, bahkan tak terpikirkan. Tuhan dengan kudrat-Nya mempertemukanku pada ruang dan waktu dimana hanya Dia yang mengaturnya. Dalam satu agenda membuka cakrawala “Hangatnya Persaudaraan” tertera 05 Juni 2013. Yah kalau boleh jujur, pertemuan itu hanya menjadi milikku sendiri, walaupun aku sadari bahwa pertemuan itu milik semua orang.

Pertemuan itu memberikan banyak arti; arti tentang aku, tentang kita dan tentang mereka. Aku adalah diriku sendiri dengan menghadirkan sosok (dia) nya dalam deretan mimpi. Kita hanyalah satuan fitrah yang mungkin memiliki rasa dan cita-cita yang sama, walau terkadang jalan yang kita lalui berbeda, dan mereka hanya orang-orang yang dihadirkan untuk melihat perjalanan (aku dan kita). Pertemuan itu adalah mimpiku dan menjawab kegelisahan yang sedikit arut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: