Muhasabah; Kemanakah Kau Melangkah?

“Kthehidupan akan terus berputar”, begitu kata banyak orang. Mungkin benar juga, karena perputaran adalah bagian dari kehidupan. Padanya bermula pikiran, gagasan dan ide-ide besar. Dalam perputaran itulah ditemukan perubahan, perbaikan, kemajuan, atau mungkin pula kegagalan. Ada banyak hal dalam hidup ini yang memberikan banyak arti dan memberikan pelajaran hidup untuk hidup. Salah satu dari banyak harapan itu adalah “rasa sadar tentang diri kita”. Yah, rasa sadar. Sadar akan diri kita dan sadar dengan siapa kita.

Mungkin suatu ketika, kita tidak menyadari bahwa banyak aktivitas yang telah kita lakukan, ada sekian banyak rutinitas yang terus kita lalui, atau mungkin ada sekian ratus kata-kata dan tindakan nyata kita telah kita keluarkan untuk mempertahankan eksistensi kita dan memberikannya banyak hal kepada yang lain. Pertanyaannya adalah dari sekian tindakan-tindakan itu, aktivitas dan kata-kata itu, berapakah yang masih terbayang dalam pikiran kita, berapakah yang saat kita kerjakan dan lakukan kita benar-benar sadar?. Hal-hal seperti itu menuntut kita untuk menjawabnya, mungkin sebentuk evaluasi kita untuk kehidupan kita sendiri.

Kita tidak pernah tahu seperti apa kita kelak, kita pun tidak mungkin tahu kejadian apa yang akan kita hadapi dikemudian hari. Yang mungkin bisa kita lakukan adalah mempersiapkan segala hal dengan sungguh dan kita sadar akan persiapan kita. Kita sama-sama meyakini bahwa semua orang memiliki masalah sendiri, dan mungkin akan menghadapi sendiri. Masalah-masalah yang datang kepada kita tentu dengan berbagai macam bentuk. Kita pun akan merespon dengan cara kita masing-masing sesuai dengan tingkat kepekaan kita terhadap masalh itu. Ada mungkin sebagian orang yang ketika dihadapi masalah, dengan refleks akan membuka dan menyampaikannya kepada orang lain, berkeluh kesah, bahkan mungkin masalahnya menjadikan orang lain tambah susah. Mungkin orang seperti ini sering kita temukan dlam kehidupan kita, atau mungkin sebagian kita seperti itu. Orang-orang seperti ini pantas disebut seperti benalu. Kebiasaan mereka adalah mengambil kesempatan saat orang lain menderita, atau mungkin hanya ingin menikmati hak orang lain. Benalu menjadi ibarat yang cocok untuk orang-orang seperti itu.

Cobaan dan goncangan hidup mungkin akan memberi kenikmatan tersendiri bagi mereka yang menyadarinya. Kenikmatan atas cobaan dan rintangan hidup dilalui dengan terus sabar dan berharap ada baiknya, tidak melihat cobaan sebagai bumerang dan gangguan baginya, bahkan mereka berfikir bahwa cobaan yang dihadapinya sebagai ujian untuk lebih baik lagi. Orang-orang seperti ini lebih mendahulukan untuk berfikir positif dan tidak akan melihat melihat pada masalah. Dia akan menatap apa dibalik masalah yang dihadapinya. Mungkin kita akan menjumpai mereka itu seperti orang yang tidak pernah kena masalah, pembawaannya yang terus semangat, tidak terlontar sifat mengeluh apa lagi membeberkan masalah ayng dihadapinya. Orang seperti ini selain menyadari akan masalah, dia juga memiliki kesabaran dan harapan yang besar dibalik masalah. Perjumpaan kita dengan orang-orang seperti ini adalah semangat baru untuk terus belajar arti hidup. Hidup bukanlah sekedar membuat masalah dan menerima masalah, tetapi bagaimana masalah-masalah itu memberikan perubahan cara berfikir dan cara padang kita kemudian terefleksi menjadi kesadaran dalam tindakan nyata kita.

Alhamdulillah ketika setiap tindakan dan aktivitas kita benar-benar kita sadari, bagaimana pekerjaan itu kita lakukan dan bagaimana sikap kita terhadap pekerjaan itu. Bersyukurlah saudaraku yang selama ini “telah menemukan” permata atas kesadaran dalam setiap pekerjaan yang saudaraku kerjakan. Balutilah setiap kesadaran itu dengan balutan kesabaran serta hikmah dibalik itu. Insyaallah akan ditemukan mutiara yang engkau sendiri kan merasakannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s