Mata Air Kehidupan

Beranda » Home » Perpisahan: Antara Cinta dan Kesepian

Perpisahan: Antara Cinta dan Kesepian

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.715 pengikut lainnya

Statistik Blog

  • 10,282 hits

[perpisahan adalah rangkaian kehidupan, padanya ditemukan cinta dan kerinduan, padanya pula tolak ukur ketabahan, padanya jua kesepian menjadi semangat yang terus bertahan]

Malam dan sepi. Dengan angerah Cinta-Nya, Dia menciptakan sesuatu berpasangan, keteraturan dan kedamaian. Dalam pasangan itu, Dia pun memberi keselaran dan keterpadauan yang jauh dari tumpang tindih. Dia pun menumpahkan cinta dan kerinduan bersemayam pada keduanya. Cinta dan kerinduan tentu saja untuk makluk adalah makhluk hidup, lebih-lebih manusia sebagai makhluk yang diciptakan sangat sempurna. Keberpasangan itulah yang selalu menghadirkan banyak hal dan mewarnai hidup ini. Ketika malam ada, maka siang pun menunggu, pada saat sepi, maka keramaian menanti, pada waktu luang, sempit pun berjaga, dan pada yang hidup, kematian pun menanti, semua selaras dan seimbang. Benar-benar seimbang.

Perpisahan: Antara Cinta dan Kesepian rangkaian jalan hidup yang harus ditempuh dan dijalani manusia. sebuah rangkaian yang akan terus berulang dan berulang. Mungkin karena berulang itulah, maka manusia diminta untuk memersiapkan segala hal sebalum waktunya tiba. Perpisahan adalah peristiwa dimana satu hal dengan hal lain berbeda, dalam hal ini adalah fisik dan pikiran kita berada pada tempat dan ruang waktu yang berbeda. Perpisahan hadir sebagai bagian dari keniscayaan dalam hidup. Karena perpisahan itulah, manusia mengenal namanya waktu, masa dan tempat dimana dia berada. Perpisahan memberikan manusia pada satu waktu dan tempat dimana mereka akan menjalani hidup sesuai dengan tempat dan waktu dimana dia berada. Tentu saja sikap dan caranya akan sesuai dengan lingkungan tempat itu.

Pada perpisahan, manusia pun mengenal istilah cinta dan rindu, di saat yang sama, manusia pun mengenal istilah kesepian. Cinta dan rindu yang terdalam tidaklah datang dari persuan yang tetap saling bertatapan padang dan kedekatan fisik, waktu serta tempat yang sama. Cinta dan kerinduan mendalam hadir pada jarak waktu dan tempat jauh berbeda. Itulah kenapa orang-orang yang berjauhan akan merasakan rasa cinta dan kerinduan yang mendalam; doa dan harapan terus dikebunyikan pada kesendirian. Tentu saja ini akan memberikan energi luar biasa untuk mengingat dan membayangkan orang-orang yang dikasihinya. Disinilah letaknya perpisahan itu. Perpisahan menjadikan banyak hal yang sebelumnya sama akan berbeda dalam cita rasa dan harapan-harapan.

Dalam banyak hal pula, kita akan menemukan perpisahan menghasilkan energi yang lebih. Saya sendiri merasakan benar betapa perpisahan dengan orang-orang yang kita cintai (keluarga, sahabat & teman-teman seperjuangan) memberikan kemantapan hati dan ketahan jwa. pada saat perpisahan inilah, kita temukan titik batas kesabaran kita, kita dapatkan pula jiwa pertahanan kita, di samping itu teruji pula eksistensi kita. Di saat yang sama harapan dan doa-doa terasa lebih ikhlas terbacakan. Tak ada keterpaksaan apa lagi sekedar mengharpakan balasaan. Ada banyak hal yang ketika kita bersama tidak pernah kita lakukan, sebut saja misalnya: puasa senin & kamis, puasa Daud, sholat qiyam yang terpelihara, taujih rabbani saat petang bolong, membaca dan mengkaji satu bahan-bahan penting dan sebagainya. Ketika demikian, ada perasaan tenang dengan harapan untuk terus memperbaiki diri. Mungkin saat pertama akan muncul sedikit keterpaksaan, tentu bukan dipaksa oleh seseorang, tidak.  Tetapi perasaan untuk memaksa diri kita dalam kondisi sendiri untuk menguji sejauh mana pertahanan dan peningkata kita sendiri.

Kita juga meyakini bahwa tidak semua perpisahan menghadirkan cinta dan rindu. Perpisahan yang tidak menghadirkan kecintaan tentu saja menjadi pertanyaan kita. Karena hakekat perpisahan adalah kedekatan. Di perpisahan itulah kita merasakan betapa kesepian itu sakit. Sakit karena yang terserang adalah hati dan pikiran. Ketika hati dan pikiran mampu kita kuasai pertanda kesepian itu sebagai tingkat perdana untuk kita bisa bertahan. Pertahanan ini yang kita sebut dengan kemajuan. Ada sebuah kaidah dalam dunia peperangan yang bunyinya “Menjaga pertahanan diri lebih utama daripada melawan tapi tidak ada persiapan” atau kaidah dalam prinsif dalam dunia dakwah “Menjaga diri untuk tidak bermaksiat lebih utama dibandingkan kita mengajak orang lain pada saat yang sama kita ikut bermaksiat”. Karenanya sisi lain dari perpisahan adalalah tingkat pertahanan diri dan bangkit lebih maju.

Sebagai akhir dari tulisan ini, penulis ingin menyampaikan bahwa perpisahan akan mendekatkan kita pada cinta dan kerinduan. Pada perpisahan itulah kita merasakan kesepian, dan kesepian adalah soal untuk menemukan jawaban. Dan jawaban dari kesepian itu adalah Cinta dan kerinduan. Bersykurlah kita yagn saat ini berpisah dan perpisahan itu memebuat kita lebih kuat, sabar dan kualitas diri lebih baik. Wallahua’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: