Mata Air Kehidupan

Beranda » Home » Moh. Mursi & Ikhwanul Muslimin di Mesir: Sebuah Refleksi Gerakan Tarbiyah di Indonesia

Moh. Mursi & Ikhwanul Muslimin di Mesir: Sebuah Refleksi Gerakan Tarbiyah di Indonesia

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.715 pengikut lainnya

Statistik Blog

  • 10,282 hits

Gambar

“Saya berterus terang kepada kalian bahwa dakwah kalian emban ini belum diketahui banyak orang. Nanti di saat mereka telah mengetahui dan memahami sasaran dan tujuan-tujuannya, niscaya akan terjadi permusuhan yang sengit dan pertentangan yang keras dari mereka. Kalian pun menghadapi berbagai kesulitan dan banyak kendala. Saat Itulah kalian telah memulai meniti jalan para aktivis dakwah. Kini kalian masih belum dikenal. Kalian baru masuk pada fase persiapan untuk memasuki jalan dakwah yang menunutut perjuangan dan jihad untuk merealisasikannya”.

(Dinukil dari “Risalah Baina Al Ams wal al Yaum)

 Dari sekian banyak demonstrasi yang akhir-akhir ini terjadi terhadap dunia Islam, maka demonstrasi rakyat Mesir adalah sebuah demonstrasi yang mencengangkan, pantaslah disebut dengan “Revolusi”. Betapa tidak, selama diktator prasiden sebelumnya yakni Husni Mubarok berkuasa selama 32 tahun, tidak ada kebebasan baik dalam menyampaikan pendapat atau pun mengkritik sang prasiden, rakyat Mesir dalam gengaman tangan diktatornya. Ternyata kekuasaan yang bertahun-tahun dalam pemerintahannya benar-benar menghidupkan anak-anak macan Ikhwanul Muslimin. Anak macan yang ketika sampai waktunya siap menerkam. Tepat tahun 2011 adalah awal dari kegiatannya menerkam. Menerkam dengan gigitan yang menggetarkan Barat dan memberi kabar baru menuju kebangkitan Mesir.

Moh. Mursi, dialah prasiden pertama dari kalangan ikhwan yang memiliki misi perubahan besar terhadap mesir dan dunia Islam, namanya menjadi topik hangat pada media mainstream Barat. Dialah Muhammad Morsi Isa’ al-Ayyat (lih. http://www.szlihin.com/2012/06/latar-belakang-dr-mohamed-morsi.html?), pemimpin pertama yang terpilih secara demokratis di Mesir dari  Partai Kebebasan dan Keadilan yang merupakan sayap politik dari Jamaah Ikhwanul Muslimin. Penggulingan kekuasaannya tentu saja tidak lepas dari pengaruh Barat dalam hal ini AS. Hanya dalam rentan satu setengah tahun, Barat belum siap menerima kemandirian Mesir. Karena secara tegas, sang prasiden berbicara dengan lantang tentang cara Mesir bangkit, tentang dunia Islam yang terjajah, lebih khusunya bagaimana memajukan Mesir dengan prestasi anak-anak negerinya. Kita ingat salah satu pesannya Moh. Mursi pada bangsa Mesir “Saya menyeru anak bangsa  Mesir, untuk bersungguh dalam menghasilkan sesuatu produk, karena kita ingin memliki tiga keperluan: yakni kita mau memperoses makanan kita, Kita mau memperoses obatan kita, dan Kita mau memperoses sejata kita

Gebrakan yang dilakukan sang prasiden tentu saja memberi ketakutan kepada dunia Barat yang saat ini takut jika gerakan Islamis tumbuh dengan kemandiriannya dan tentu saja akan maju lebih pesat yang pada akibat semua proyek yang disusun dicanang Amerika dan sekutunya dapat ditangani oleh tangan emas para pemimpin Islam. Keberaniannya memberi aura tersendiri bagi warganya dan hentakan tajam bagi Barat, karenanya tidak heran jika salah majalah peracis “Le Monde” menjulukinya dengan sebutan “The Rising StarBintang kelas, dalam salah satu majalah Perancis (lih. http://www.pkspiyungan.org/2013/08/mursi-presiden-pemberani.html).

Mencermati ulasan di atas, lalu bagaimana dengan gerakan Tarbiyah yang dimotori oleh Partai keadilan Sejahtera (PKS) di Indonesia. Akankah bernasip seperti IM Mesir?. Jika dicermati gerakan masif PKS, tidak bisa dinapikan bahwa PKS kelak akan menjadi satu basis partai Islam yang akan memimpin Indonesia atau mungkin saja menjadi model percontohan pemimpin Islam dunia dengan sistem demokrasi yang dikelolaya, akan terbantah perkataan sebagian orang yang menentang sistem demokrasi sebagai sistem yang salah dan kufur. (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/08/09/26201/). Semua ini dapat disaksikan pada tiap pemilihan legislatif PKS setiap tahunnya selalu naik, baik secara urutan nomor pemilu atau pun kader-keder serta pemilihnya.

Gerakan tarbiyah yang diwadahi oleh PKS di Indonesia telah merayap kepada seluruh lapisan masyarakat tanah air, membentuk wadah-wadah yang sangat profesional dengan kerja-kerja cerdas. Bahkan terobosannya telah menembus pedalaman sekali pun yang mungkin partai penguasa dan yang lain tidak dapat menerobosnya. Tentu saja ini bukan faktor keuangan yang dimilikinya. Kiprah pada kader-kader bisa dicermati dengan kasat mata, baik melalui kerja-kerja politik (diplomasi) yang dibangun dengan berbagai macam kalangan hingga kerja-kerja sosial  kemasyarakatan yang sangat masif.

Akhir dari tulisan ini, saya ingin mengatakan bahwa saat ini gerakan tarbiyah telah mulai mengelabui pandangan liberal dan skuler menuju prinsif-prinsif yang universal, yakni gerakan Islamis. Kita akan lihat, siapakah yang akan memenangkan pertandingan itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: