Memulai adalah Prestasi Terbesar dalam Diri

Memulai adalah Prestasi Terbesar dalam Diri

Prestasi-prestasi besar ….

Ketika kita berfikir, saat itu kita berprestasi. Berimajinasi tentang masa depan, berarti kita sedang menyusun prestasi. Bermimpi-mimpi kata Walt Disney dapat menjadi kenyataan jika kita memiliki keberanian untuk mengejar mereka yang sedikit lebih maju (sukses). Memulai sesuatu yang baik adalah prestasi, setidaknya untuk perubahan diri kita sendiri.

Tidak disadari memang, jika prestasi adalah kata bagi mereka yang akrab dengan mimpi-mimpi akan kesuksesan. Orang-orang besar di dunia ini adalah mereka yang menjadikan waktu-waktunya berprestasi dalam hidup mereka. Lihat saja penemu-penemu terbesar di dunia yang menjadikan hari dan waktunya untuk berfikir, bermimpi untuk sesuatu yang berbeda.

Kehidupan yang kita rasakan dan kita geluti hari ini adalah kesamaan yang dilakukan oleh orang-orang sebelum kita walaupun sedikit lebih berbeda. Kenyataannya, ruang dan waktu tidak membedakan seseorang untuk berprestasi, bahkan bukan menjadi beban untuk dihindari. Dibutuhkan keberanian untuk memulai. Ya, memulai sesuatu yang berbeda dengan sebelumnya.

Lihat saja Albert Einstein seorang ilmuwan terhebat abad ke-20 dengan teori relativitasnya yang dirumuskan tahun 1915 atau lebih dikenal dengan hukum gaya berat. Teorinya dapat menjungkir-balikkan secara revolusioner pemikiran ilmiah dengan cara menolak adanya sang waktu yang absolut. Begitu juga dengan Alexander Graham Bell penemu tilpun yang dilahirkan tahun 1847 di Edinburg, Skotlandia. Usahanya memproduksi kembali suara vokal dalam hal bunyi suara. Christopher Colombus penemu benua Amerika yang penemuannya merupakan mahkota eksplorasi dan kolonisasi Dunia Baru dan sekaligus tonggak penting dalam sejarah dunia. Termasuk juga James Watt, seorang Skotlandia yang namanya dihubungkan dengan penemu mesin uap dan terkenal sebagi tokoh kunci Revolusi Industri.

Tidak lupa juga tokoh-tokoh Muslim dengan penemuannya menjadi salah satu refrensi utama di dunia. Seperti Ibnu Sinna dengan kedokteran, ibnu Rusydi dengan penemuan ilmu perbintangan serta tokoh-tokoh penemu Muslim lainnya. (Lih. http://sejarah.kompasiana.com/2013/08/03/menguak-ilmuan-muslim-sejarah-keperawatan-islam-578879.html).

Yang dikatakan dengan penemu-penemu besar dalam dunia ini bukan saja karena ide-idenya berlian tetapi juga karena mampu mengkongkritkannya dalam wujud nyata. Lihat saja Leonardo da Vinci masuk sebagai orang termasyhur dalam lima puluh tokoh menurut Michael H. Hart yang padanya pesawat terbang dan kapal selam ditemukannya, tetapi tidak dimasukkan dalam deretan 100 tokoh berpengaruh di dunia karena ide-idenya belum dapat dikongkritkan dalam bentuk percobaan.

Berawal dari permulaan semuanya pasti ada. Jika demikian, tidak ada yang tidak bisa dalam hidup ini. Apa yang ada dalam pikiran kita adalah nyata ketika kita menyusunnya dalam karya-karya, termasuk halnya dengan menulis. Dimana tulisan adalah teks hidup yang melebihi umur manusia bahkan melebihi setiap kurun dan peradaban umat manusia dimanapun berada. Teks itu akan dibca dan terus dipelajari oleh setiap yang berkesepatan untuk menggali dan membacanya. Karenanya masa silam adalah hasil dari perubahan orang yang hdiup sebelum kita hidup. Masa depan adalah masa dimana hari ini bekerja untuk hari depan. Memulai adalah awal untuk hari esok sebagai prestasi yang terus dibanggakan.

Langkah apa yang diperlukan?

Banyak sekali teori-teori yang menjelaskan tentang pentingnya teori dalam melaksanakan sesuatu. Ini distandarkan agar apa yang kita lakukan benar-benar terarah dan sistematis. Ya, penting dan tepat juga. Tapi memulai adalah kata eksprimen untuk maju. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk mencoba. Ketika kita sudah mulai mencoba berarti kita telah menanamkan investasi, termasuk prestasi. Salah satu untuk memulai adalah perubahan cara pandang. Cara pandang adalah bagimana kita melihat sesuatu itu ada bagi diri kita seindiri. Willian James pernah mengatakan bahwa “penemuan terbesar dari generasi kita adalah bahwa manusia dapat mengubah kehidupan mereka dengan merubah cara berfikir mereka”.

Cara pandang terhadap sesuatu mempengaruhi setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang. Untuk maju dan berprestasi haruslah siap untuk mengubah cara pandang kita terhadapa berbagai masalah dan fonemena yang terjadi. Sudut pandang yang kita lihat menetukan kualitas diri yang kita lihat, sudud pandang yang berbeda akan menjadikan kita sama sebuah keindahan surgawi atau uang muka dari siksaan nerakapanka begitulah ungkapan Mario Teguh.

Kita sangat memahami bahwa prestasi adalah milik semua orang, bagi mereka yang memulai dan mulai mencoba dan terus mencoba. Karena percobaan adalah tantangan terbesar untuk menjemput sebuah keberhasilan. Anis Matta cendikiawan Muslim Indonesia pernah menuturkan dalam beberapa kesempatan seminarnya bahwn untuk sukses dan menjadi besar, kita dituntut untuk berfikir sesuatu yang besar-besar sehingga yang agenda-agenda yang kecil pun terkaper dengan agenda-agenda besar. Dengan kata lain pikiran besar adalah sawah ladang yang nantinya kita bisa tanam apa saja yang menurut kita akan menghasilkan produk-produk unggulan dan manfaatnya dapat dinikmati oleh siapa saja, kalangan atas, tengah dan bawah pun merasakannya.

Sadari, hayati, nikmati & rasakan …

Rahasia terbesar dari kesuksesan adalah ketika kita mulai mencintai. Sifat dari CINTA adalah keputusuan terbesar untuk memberikan pengorbanan terhadapat apa yang dicintai baik berupa materi, pikiran, bahkan jiwa. Karena itu membangun prestasi unggul dibutuhkan tiap diri untuk memberikan kebebasan kepada diri sendiri untuk menyadari setiap tujuan-tujuannya. Sadar adalah kepercayaan untuk melakukan sesuatu. Berawal dari kesadaran semua dapat menjadi penghayatan. Menghayati agenda sebagai point pertambahan nilai-nilai kesuksesan. Karena itu, sangatlah beruntung mereka yang tiap pekerjaannya dihayati. Penghayatan adalah pemaknaan terhadap perkerjaan itu, yang kemudian dicoba untuk direnungi sehingga menjadi kerja-kerja yang nayaman dan menyenangkan. Penghayatan tidak akan tumbuh ketika kesadaran tidak dihadirkan. Menghadirkannya dalam deretan agenda-agenda yang kita laksanakan.

Prestasi adalah kumpulan rasa, asa yang terakumulasi dalam kesadaran, penghayatan, dan kenikmatan menjadi sumber inspirasi-inspirasi untuk terus bangkit. Mengukir karya dalam deretan waktu yang terus berjalan, bernuansa keakraban dalam karya-karya besar peradaban. Peradaban baru yang gemilang untuk masa lebih depan baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s