Telaga Lestari Kehidupan

Beranda » Home » Ketika Dewas Menjadi Pilihan

Ketika Dewas Menjadi Pilihan

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.716 pengikut lainnya

Statistik Blog

  • 11,221 hits

Tulisan ini mencoba mengurai hal lain dari metafor tema judul di atas dengan berbagai perspektif yang saya pandang penting untuk menjadi landasan dalam menilai dan melihat bahwa kedewasaan adalah sebuah pilihan yang tak disadari oleh setiap orang.

Mencermati judul di atas, setidaknya ada dua makna yang terkandung, pertama “dewasa (tua) karena bertambah umur; kedua “dewasa karena sebuah sikap hidup”. pada makna pertama “dewasa (tua) karena bertambah umur” adalah hukum tuhan bagi yang hidup. Karena bertambahnya umur menjadi kepastian akan semakin mempengaruhi bentuk fisik. Pada tahap ini, umur terus bertambah tanpa ada perkembangan dalam pengalaman dan sikap hidup. hidup berjalan sendirinya bak air mengalir, tidak ada perencanaan, tidak ada mimpi dan keinginan, terus mengalir hingga seluruh fisik menemui masa rentanya. Tentu akan berbeda dengan makna yang kedua “dewasa karena sebuah sikap hidup” adalah pilihan yang dipilih oleh kehendak sadar dan terjaga. Dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk memperoleh hal tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa setiap pilihan memiliki resiko tertentu. Karena dewasa adalah sebuah pilihan sudah barang tentu menuntut sesuatu yang berbeda. Perbedaan itulah menjadi pembeda antara dewasa karena tua dan dewasa karena pilihan (sikap).

Dalam menjalani kehidupan, baik dalam konteks pribadi maupun sosial, ada banyak cara orang menjalani kehidupannya, ada tuntutan dan tuntunan yang harus dilakukan dan ditunaikan. Misalnya tentang sikap orang ketika menghadapi masalah atau musibah yang menimpanya. Saya teringat ketika seoarang teman kehilangan laptop karena dicuri, di dalamnya terdapat berbagai macam dokumen-dokumen penting (soft fail), seperti data sekolah, data keuangan, data base guru dan lebih penting adalah soft fail skripsi. Tapi sikapnya senyum dan tidak memberkan musibahnya menjadi nilai tersendiri terhadap dirinya sendiri. Ia tetap sepert biasa walaupun sejatinya merasa sedih. Ia berhasil mencipatkan pikirannya sendiri untuk menjadi apa yang diinginkan. Dengan demikian, sikap teman saya tersebut menjadi sebuah pilhan sikap dewasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: