Telaga Lestari Kehidupan

Beranda » Home » Harta, Tahta & Wanita

Harta, Tahta & Wanita

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.716 pengikut lainnya

Statistik Blog

  • 11,221 hits

[Tak terpelikkan ketika harta menjadi memenuhi, saat Tahta menjadi jawaban, dan ketika Wanita melengkapi. Deretan Trilogi kehidupan sejahtera dalam peng-ibadahan kepada Cinta-Nya]

Kehidupan ini adalah sebentuk panggung yang setiap orang berhak tampil, tentu dengan hak-hak dan kewajibannya sebagai peserta. Pada tampilannya, banyak ukuran-ukuran penilain yang harus diberikan. Jika ia tampil dengan tampilan terbaik, maka penilaiannya pun semakin baik pula dan begitu pula sebalik. Karena kehidupan adalah panggung, maka setiap panggung memiliki pernik-pernik yang mendukung indahnya panggung itu. Nah, berdasarkan hal tersebut maka dalam tulisan ini, penulis mencoba menguraikan kembali beberapa sisi dari tiga kata judul di atas “Harta, Tahta, & Wanita”. Tulisan ini lebih bersifat analisis isi dengan penulis mencoba menafsirkan tiga kosa kata tersebut.

Manusia sebaga makhluk ciptaan tuhan sudah barang tentu membutuhkan banyak hal untuk melangsungkan dan mendukung hidupnya, salah satunya adalah keinginan untuk memiki harta benda, termasuk juga jabatan. Harta dan tahta atau jabatan adalah salah satu kebutuhan skunder, dimana dua hal tersebut memiki perang penting untuk mempertahankan eksistensi dalam kehidupan sosial. Sisi lain dari harta dan jabatan adalah kedua-duanya memberikan status sosial tertentu. Pada masyarakat perkotaan, harta dan jabatan dipandang sangat penting untuk memberi tanda dan kesan lain dalam lingkungan tempat tinggal sekitar, sebagaimana diketahui bahwa masyarakat perkotaan hidup dalam individualistik. Kaitannya dengan itu, harta dan jabatan sangat mendukung proses dalam mencapai kebutuhan dan keinginan. Adapun wanita tentu saja ini kaitannya dengan laki sebagai bagian dari hidup yang normal. Wanita memiki peran sangat strategis pada sisi laki-laki. Bahkan sebagian besar perrubahan yang dilakukan oleh seorang laki-laki, dibalik itu ada perempuan yang memberikan suport dan dukungan.

Jika kita membaca sejarah pergolakan dunia yang dipimpin oleh panglima besar, maka kita menemukan ada perempauan istimewa yang mendukung perjuangannya. Lihat saja Muhammad Saw berhasil dakwahnya ketika Hadijatul Kubro bersamanya, begitu juga sejarah kekaisaran Mongol di India di bawah pimpinan Syah Jehan dengan kebesaran cinta kecintaan prameswarinya Mumtaz Mahal, maka dibangunlah bangunan-bangunan spektakuler di tanah India yang bernama Taj Mahal. Disisi lain juga wanita juga dapat menjadi bumerang ketika seorang laki-laki tidak mampu menguasai dan menaklukkan wanita, hal ini terlihat seperti apa yang dilakukan Adolf Hitler dengan kebijakan yang supremasis dan termotivasi oleh ras mengakibatkan kematian sekitar 50 juta orang selama Perang Dunia II, termasuk 6 juta kaum Yahudi dan 5 juta etnis “non-Arya”. Tentu saja sikap Hitler tersebut seperti gayung bersambut dengan dukungan penuh dari wanita simpanannya, yakni Eva Anna Paula Braun. Sama halnya dengan Raja Louis XV raja Prancis yang di samping hadirnya wanita bertalenta dan cantik yang memiliki pengaruh budaya, intelektual dan politik seperti Jeanne-Antoinette Poisson, marquise de Pompadour yang juga disebut sebagai Madame de Pompadour. Atas penjelasan itulah, maka wanita memiliki peran penting dalam proses penentuan suatu kebijakan, khususnya dalam lingkungan keluarga. Karenanya wanita harus diberikan ruang terbuka untuk dapat menyumbangkan gagasannya terhadap pembentukan lingkungan masyarakat sekitar khusunya dan negara pada umumnya.

Pada asas manfaat, harta, tahta dan wanita memang suatu hal yang patut diperhatikan dan dijaga. Pada harta seyogya dan seharusnya memberi keberkahan pada diri empunya, menjadikan harta lebih berkembang dengan memberikan orang lain tidak berkecukupan, bahkan bershadaqoh serta berzakat adalag cara untuk membersihkan harta yang kita miliki. Sedangkan pada tahta atau jabatan, bagi penulis pribadi adalah satu langkah untuk dapat mengubah kondisi dan berperan lebih banyak maksimal lagi dibandingkan dengan mereka yang tidak memegang jabatan. Sebuah jabatan, memiki nilai tertentu, selain untuk menunjukkan statatus sosial, jabatan juga menunjukkan amanah dan tanggung jawab pada institusi tertentu. Antara harta dan jabatan memiliki lokalisasai terentu dan sedikit saling mempengaruhi. Dengan harta mungkin sebagian orang dapat meraih jabatan, tentu dalam hal ini adalah suap/ sogok. Tetapi dengan jabatan yang kita miliki sudah barang tentu kita bisa mendapatkan harta. Mungkin saja semua akan sepakat bahwa orang-orang yang memiliki jabatan besar kemungkian memiliki harta. Kemudian dinamakah posisi wanita?

Nah, pertanyaan yang menarik. Wanita tentu saja bukan sekedar pendamping dan pemenuhan kebutuhan biologis, tidak. Wanita berada pada sisi tengah dan tertinggi, dimana harta dan jabatan menjadi mengelilingi impian wanita. Berawal dari benih yang berkualitas akan menghasilkan buah yang yang baik, generasi yang baik akan dilahirkan oleh wanita yang memiliki kualitas yang baik pula. Harta, tahta dan wanita adalah elemen penting dalam melaksanakn roda-roda perjuangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: